Feeds:
Posts
Comments

bangun dari kegagalan

ARTI KEADILAN

ADIL

MUNGKIN SEMUA  MANUSIA DIBUMI TERKADANG SELALU MERASAKAN  KETIDAKADILAN, KARENA DI ZAMAN SEKARANG INI ORANG LEMAH,  MISKIN, DAN TIDAK BERDAYA TIDAK MEMILIKI SUARA YG BEGITU BERARTI DIHADAPAN ORANG YANG BERKUASA ATAS SEGALANYA  BAIK JABATAN, HARTA MAUPUN SEBAGAINYA.

KEADILAN YANG SEJATI ADALAH KEADILAN YANG BERSUMBER KEPADA TUHAN YANG SATU YAITU ALLAH SWT, TIADA TUHAN SELAIN DIA DAN MUHAMMAD ADALAH UTUSANNYA… ALLAH LAH PEMILIK KEAGUNGAN DAN KEADILAN SEJATI, TUHAN PEMILIK KERAJAAN LANGIT DAN BUMI…

Keadilan: Prinsip Agama

Sekalipun Allah memiliki cukup banyak sifat seperti Allah MahaBijaksana, Mahakuasa, Mahatahu, dan seterusnya, lantas mengapa justru konsep keadilan, dan bukan salah satu dari sifat di atas, yang dijadikan prinsip keagamaan?

Mengapa tidak dikatakan bahwa prinsip keagamaan yang pertama adalah tauhid, sedangkan yang kedua adalah hidup (al-hayah) atau Mahamengetahui (al-‘alim)? Atas dasar apa menjadikan keadilan sebagai prinsip keagamaan yang kedua setelah ketauhidan?

Salah satunya adalah untuk menanggapi sekelompok kecil masyarakat Islam-kaum ‘Asy’ariyah-yang tidak beranggapan bahwa Allah senantiasa bertindak adil. Mereka (kelompok ‘Asy’ariyah) mengatakan bahwa apapun yang dilakukan dan dikehendaki Allah adalah benar dan adil, sekalipun menurut akal serta pengetahuan kita, semua itu buruk, tercela, dan zalim!!

Misalnya dikatakan, “Apabila Allah hendak memasukkan Amirul mukminin Ali bin Abi Thalib ke dalam neraka, sementara Ibnu Muljam ke dalam surga, semua itu tentu tidak ada masalah.” Jelas, kita akan menolak rumus berpikir semacam mi. Kita yakin betul bahwa keadilan merupakan bagian dari prinsip akidah.[5] Berdasarkan pikiran logis yang dikuatkan ayat-ayat al-Quran, kita akan menjumpai baliwasannya segenap perbuatan Allah benar-benar bijaksana dan ditandasi oleh perhitungan yang sangat cermat. Dia sama sekali tidak akan pernah melakukan perbuatan buruk dan tercela. Keimanan terhadap keadilan Ilahi berpengaruh besar dalam membenahi manusia:

1. Sebagai kontrol terhadap dosa-dosa. Tatkala meyakini bahwa ucapan dan perbuatannya senantiasa berada di bawah pengawasan-Nya, tentu seseorang tidak akan meremehkan perbuatannya sekecil apapun. Dirinya yakin betul bahwa kelak segenap perbuatan (baik atau buruk) yang pernah dilakukannya akan diganjar. Seraya itu, ia juga akan beranggapan bahwa mustahil dirinya dilepas begitu saja tanpa adanya ikatan atau aturan (yang dalam hal ini banyak dibahas al-Quran dalam pelbagai ayatnya).

2. Berprasangka baik. Seseorang yang mengimani keadilan Ilahi akan berprasangka baik terhadap sistem yang beroperasi dijagat alam ini. Keyakinan terhadap keadilan Allah niscaya akan menjadikan seseorang beranggapan bahwa pelbagai kejadian pahit yang menimpanya tak lain dari sesuatu yang menyenangkan. Orang semacam ini tidak akan pernah merasa getir dan berputus asa.

3. Keimanan terhadap keadilan Ilahi merupakan faktor penggerak timbulnya keadilan dalam konteks kehidupan individu maupun masyarakat. Setiap orang yang rneyakini keadilan Allah, tentu akan mudah menerima keadilan dalam hidupnya, baik secara individual maupun sosial.

KEADILAN ANTAR UMAT

Sungguh di sayang, apabila manusia berkata suka melebihi dari kadar yang seharusnya milik Allah.  Pada suatu ketika ada seseorang yang berkata bahwa jika kamu melakukan itu maka amal ibadahmu tidak diterima, jika kamu taubat maka dosamu diampuni. Saya sebagai penulis beranggapan bahwa seseorang yg berkata demikian termasuk orang yang merasa dirinya tahu, merasa dirinya adil dan benar…. tetapi pada hakiikatnya dia adalah orang yang celaka. Mengapa demikian?

Sesungguhnya pahala dan dosa adalah hak preogatif Allah… Sebagai manusia  janganlah suka mendahului ketetetapan Allah yang belum terjadi … maksud Allah menciptakan Malaikat Rakib dan Atid adalah untuk mencatat setiap amalan manusia yg dikerjakan dibumi semuanya berupa amalan baik maupun buruk,bukan untuk menghapus- menghapus catatan amal tersebut… dan pada akhirnya mereka melapor kepada Allah Tuhan sekalian alam di akhir nanti. Yang namanya dosa akan tetap ada sampai nanti di hari kiamat, dimana dosa itu akan dilebur dengan pahala kita.  Orang yang taubat tidak langsung dosanya pada hari itu diampuni, melainkan janji Allah kelak akan ada laporan pertanggung jawaban malaikat akan tugasnya yaitu mencatat amalam baik dan buruk semua manusia yang ada dimuka bumi. Taubat adalah salah satu perbuatan yang baik, maka Allah memenuhi janjinya di hari pembalasan tersebut dengan seadil- adilnya sesuai dengan fakta akan kenyataan yang ada pada setiap catatan amalan perbuatan manusia yang disampaikan oleh Malaikat Rakib dan Atid.

Segala tindakan manusianya semuanya akan diadili oleh Allah tanpa berat sebelah..  Semua ajaran agama berintikan satu yaitu Tauhid (bahwa semua yang ada di langit maupun di bumi ada yang menciptakan nya yaitu tuhan yang satu ALLAH SWT). Allah akan mengadili hambanya dengan seadil-adilnya karena ia mempunyai sifat Al-ADL yaitu Maha adil.. kita  sebagai  manusia janganlah merasa diri ini yang paling benar, akan tetapi kebenaranlah hanya milik Allah semata. Yang terpenting kita harus selalu melakukan perbuatan  yang tidak melanggar perintah Allah dan norma-norma sosial.. maka semua itu kan dibalas dengan janji Allah yaitu SURGA.. ataupun sebaliknya NERAKA . Semuanya itu tergantung dari catatan amalan perbuatan setiap manusia di muka bumi setelah diadili oleh ALLah SWT  sebagai Hakim yang seadil-adilnya di hari pembalasan tersebut.

Ramalan Joyoboyo

A. Prabu Jayabaya [Kitab Musarar] :
1. Nama rajanya Lung gadung rara nglikasi kemudian berganti gajah meta semune tengu lelaki. Enam puluh tahun menerima kutukan sehingga tenggelam negaranya dan hukum tidak karu-karuan.
Keterangan :
Lung Gadung Rara Nglikasi : Raja yang penuh inisiatif dalam segala hal, namun memiliki kelemahan suka wanita (Soekarno).
Gajah Meta Semune Tengu Lelaki : Raja yang disegani/ditakuti, namun nista (Soeharto).

2. Uang anggris dan uwang. Sebab saya diberi hidangan darah sepitrah. Kemudian negara geger. Tanah tidak berkhasiat, pemerintah rusak. Rakyat celaka. Bermacam-macam bencana yang tidak dapat ditolak.

3. Negara rusak. Raja berpisah dengan rakyat. Bupati berdiri sendiri-sendiri. Kemudian berganti jaman Kutila. Rajanya Kara Murka. Lambangnya Panji loro semune Pajang Mataram.
Keterangan :
– Bupati berdiri sendiri-sendiri : Otonomi Daerah.
– Jaman Kutila : Reformasi
– Raja Kara Murka : Raja-raja yang saling balas dendam.
– Panji Loro semune Pajang Mataram : Dua kekuatan dalam satu kubu yang saling ingin menjatuhkan (Gus Dur – Megawati).

4. Nakhoda ikut serta memerintah. Punya keberanian dan kaya. Sarjana tidak ada. Rakyat sengsara. Rumah hancur berantakan diterjang jalan besar. Kemudian diganti dengan lambang Rara ngangsu, randa loro nututi pijer tetukar.
Keterangan :
– Nakhoda : Orang asing.
– Sarjana : Orang arif dan bijak.
– Rara Ngangsu, Randa Loro Nututi Pijer Atetukar : Ratu yang selalu diikuti/diintai dua saudara wanita tua untuk menggantikannya (Megawati).

5. Tan kober apepaes, sinjang kemben tan tinolih itu sebuah lambang yang menurut Seh Ngali Samsujen datangnya Kala Bendu. Di Semarang Tembayat itulah yang mengerti/memahami lambang tersebut.
Keterangan :
Tan Kober Apepaes Tan Tinolih Sinjang Kemben : Raja yang tidak sempat mengatur negara sebab adanya masalah-masalah yang merepotkan (SBY/Kalla).

6. Pajak rakyat banyak sekali macamnya. Semakin naik. Panen tidak membuat kenyang. Hasilnya berkurang. Orang jahat makin menjadi-jadi, orang besar hatinya jail. Makin hari makin bertambah kesengsaraan negara.

7. Hukum dan pengadilan negara tidak berguna. Perintah berganti-ganti. Keadilan tidak ada. Yang benar dianggap salah. Yang jahat dianggap benar. Setan menyamar sebagai wahyu. Banyak orang melupakan Tuhan dan orang tua.

8. Wanita hilang kehormatannya. Sebab saya diberi hidangan Endang seorang oleh ki Ajar. Mulai perang tidak berakhir. Kemudian ada tanda negara pecah.

9. Banyak hal yang luar biasa. Hujan salah waktu. Banyak gempa dan gerhana. Nyawa tidak berharga. Tanah Jawa berantakan. Kemudian raja Kara Murka Kutila musnah.

10. Kemudian kelak akan datang Tunjung Putih semune Pudak kasungsang. Lahir di bumi Mekah. Menjadi raja di dunia, bergelar Raja Amisan, redalah kesengsaraan di bumi, nakhoda ikut ke dalam persidangan.
Keterangan :
– Tunjung Putih semune Pudak Kesungsang : Raja berhati putih namun masih tersembunyi (Satriya Piningit).
– Lahir di bumi Mekah : Orang Islam yang sangat bertauhid.

11. Raja keturunan waliyullah. Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa. Letaknya dekat dengan gunung Perahu, sebelah barat tempuran. Dicintai pasukannya. Memang raja yang terkenal sedunia.
Keterangan :
– Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa : Orang Islam yang sangat menghormati leluhurnya dan menyatu dengan ajaran tradisi Jawa.

12. Waktu itulah ada keadilan. Rakyat pajaknya dinar sebab saya diberi hidangan bunga seruni oleh ki Ajar. Waktu itu pemerintahan raja baik sekali. Orangnya tampan senyumnya manis sekali.

B. R.Ng. Ronggowarsito :
Dipaparkan ada tujuh satrio piningit yang akan muncul sebagai tokoh yang dikemudian hari akan memerintah atau memimpin wilayah seluas wilayah “bekas” kerajaan Majapahit , yaitu : Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Piningit Hamong Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu.Berkenaan dengan itu, banyak kalangan yang kemudian mencoba menafsirkan ke-tujuh Satrio Piningit itu adalah sebagai berikut :

1. SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO.
Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro), yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soekarno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yang juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin Rezim Orde Lama. Berkuasa tahun 1945-1967.

2. SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR.
Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti (Wibowo), namun akan mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan / kesalahan (Kesandung Kesampar). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia dan pemimpin Rezim Orde Baru yang ditakuti. Berkuasa tahun 1967-1998.

3. SATRIO JINUMPUT SUMELA ATUR.
Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie, Presiden Ketiga Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1998-1999.

4. SATRIO LELONO TAPA NGRAME.
Tokoh pemimpin yang suka mengembara / keliling dunia (Lelono) akan tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang cukup / Rohaniawan (Tapa Ngrame). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1999-2000.

5. SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH.
Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia. Berkuasa tahun 2000-2004.

6. SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO.
Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong / dari menteri menjadi presiden) dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan mampu mensinergikan dengan kekuatan Sang Satria Piningit atau setidaknya dengan seorang spiritualis sejati satria piningit yang hanya memikirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercusuar dunia akan mulai terkuak. Mengandalkan para birokrat dan teknokrat saja tak akan mampu menyelenggarakan pemerintahan dengan baik. Ancaman bencana alam, disintegrasi bangsa dan anarkhisme seiring prahara yang terus terjadi akan memandulkan kebijakan yang diambil.

7. SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU.
Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Allah SWT (Sinisihan Wahyu). Dengan selalu bersandar hanya kepada Allah SWT, Insya Allah, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati.

Dan saya menyarankan agar para generasi muda bangsa Indonesia mengetahui sejarah bangsanya. Karena dengan sejarahlah kita dapat mengetahui   bagaimana Majapahit bisa  Jaya dan Sriwijaya terkenal tangguh dengan armada lautnya serta Demak yang pandai dalam menyebarkan agama Islam hingga ke pelosok negeri.

Berdirinya Majapahit

Arca Harihara, dewa gabungan Siwa dan Wisnu sebagai penggambaran Kertarajasa. Berlokasi semula di Candi Simping, Blitar, kini menjadi koleksi Museum Nasional Republik Indonesia.

Sebelum berdirinya Majapahit, Singhasari telah menjadi kerajaan paling kuat di Jawa. Hal ini menjadi perhatian Kubilai Khan, penguasa Dinasti Yuan di Tiongkok. Ia mengirim utusan yang bernama Meng Chi[9] ke Singhasari yang menuntut upeti. Kertanagara, penguasa kerajaan Singhasari yang terakhir menolak untuk membayar upeti dan mempermalukan utusan tersebut dengan merusak wajahnya dan memotong telinganya.[9][10] Kublai Khan marah dan lalu memberangkatkan ekspedisi besar ke Jawa tahun 1293.

Ketika itu, Jayakatwang, adipati Kediri, sudah membunuh Kertanagara. Atas saran Aria Wiraraja, Jayakatwang memberikan pengampunan kepada Raden Wijaya, menantu Kertanegara, yang datang menyerahkan diri. Raden Wijaya kemudian diberi hutan Tarik. Ia membuka hutan itu dan membangun desa baru. Desa itu dinamai Majapahit, yang namanya diambil dari buah maja, dan rasa “pahit” dari buah tersebut. Ketika pasukan Mongol tiba, Wijaya bersekutu dengan pasukan Mongol untuk bertempur melawan Jayakatwang. Raden Wijaya berbalik menyerang sekutu Mongolnya sehingga memaksa mereka menarik pulang kembali pasukannya secara kalang-kabut karena mereka berada di teritori asing.[11][12] Saat itu juga merupakan kesempatan terakhir mereka untuk menangkap angin muson agar dapat pulang, atau mereka harus terpaksa menunggu enam bulan lagi di pulau yang asing.

Tanggal pasti yang digunakan sebagai tanggal kelahiran kerajaan Majapahit adalah hari penobatan Raden Wijaya sebagai raja, yaitu tanggal 15 bulan Kartika tahun 1215 saka yang bertepatan dengan tanggal 10 November 1293. Ia dinobatkan dengan nama resmi Kertarajasa Jayawardhana. Kerajaan ini menghadapi masalah. Beberapa orang tepercaya Kertarajasa, termasuk Ranggalawe, Sora, dan Nambi memberontak melawannya, meskipun pemberontakan tersebut tidak berhasil. Slamet Muljana menduga bahwa mahapatih Halayudha lah yang melakukan konspirasi untuk menjatuhkan semua orang tepercaya raja, agar ia dapat mencapai posisi tertinggi dalam pemerintahan. Namun setelah kematian pemberontak terakhir (Kuti), Halayudha ditangkap dan dipenjara, dan lalu dihukum mati.[12] Wijaya meninggal dunia pada tahun 1309.

Anak dan penerus Wijaya, Jayanegara, Pararaton menyebutnya Kala Gemet, yang berarti “penjahat lemah”. Kira-kira pada suatu waktu dalam kurun pemerintahan Jayanegara, seorang pendeta Italia, Odorico da Pordenone mengunjungi keraton Majapahit di Jawa. Pada tahun 1328, Jayanegara dibunuh oleh tabibnya, Tanca. Ibu tirinya yaitu Gayatri Rajapatni seharusnya menggantikannya, akan tetapi Rajapatni memilih mengundurkan diri dari istana dan menjadi bhiksuni. Rajapatni menunjuk anak perempuannya Tribhuwana Wijayatunggadewi untuk menjadi ratu Majapahit. Pada tahun 1336, Tribhuwana menunjuk Gajah Mada sebagai Mahapatih, pada saat pelantikannya Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa yang menunjukkan rencananya untuk melebarkan kekuasaan Majapahit dan membangun sebuah kemaharajaan. Selama kekuasaan Tribhuwana, kerajaan Majapahit berkembang menjadi lebih besar dan terkenal di kepulauan Nusantara. Tribhuwana berkuasa di Majapahit sampai kematian ibunya pada tahun 1350. Ia diteruskan oleh putranya, Hayam Wuruk.